Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Mata

Fungsi Mata sebagai Alat Optik

Mata merupakan salah satu contoh alat optik, karena dalam pemakaiannya mata membutuhkan berbagai benda-benda optik seperti lensa.


Berikut ini adalah bagian-bagian mata dan fungsinya:

  1. Cornea adalah bagian mata yang melindungi permukaan mata dari kontak dengan udara luar.
  2. Iris adalah selaput tipis yang berfungsi untuk mengatur kebutuhan cahaya dalam pembentukan bayangan.
  3. Lensa adalah bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan bayangan pada retina.
  4. Retina berfungsi sebagai layar dalam menangkap bayangan benda, di tempat ini terdapat simpul-simpul syaraf optik.
  5. Otot siliar berfungsi untuk mengatur daya akomodasi mata.


Bagaimana mata bekerja? Secara sederhana sebagai alat optik mata membentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperkecil pada retina. Pemfokusan dilakukan dengan mengubah jarak fokus lensanya. Benda akan nampak jelas jika bayangan tepat jatuh pada permukaan retina. Hal ini akan terjadi jika lensa mata dengan kemampuan akomodasinya dapat selalu menempatkan bayangan pada retina. Karena berbagai hal, kadang-kadang bayangan tidak terbentuk tepat di retina. Hal ini terjadi jika mata mengalami cacat atau objek berada diluar jangkauan penglihatan.


Bagaimanakah pembentukan bayangan pada mata?


Lensa positif, membiaskan cahaya dan membentuk bayangan pada retina.
Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata dengan mengubah ukuran pupilnya.
Retina merupakan media yang menangkap bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa.
Agar bayangan selalu jatuh pada retina karena letak benda yang berubah, maka dapat diatur dengan mengubah jarak fokus lensa matanya.

Jangkauan penglihatan mata:


Kemampuan penglihatan manusia terbatas pada jangkauan tertentu atau disebut jangkauan penglihatan yaitu daerah di depan mata yang dibatasi oleh dua buah titik. Titik terjauh (punctum remotum disingkat PR) dan titik terdekat (punctum proximum disingkat PP).

PR adalah titik terjauh didepan mata, dimana benda masih nampak dengan jelas. PP adalah titik terdekat didepan mata, dimana benda masih nampak dengan jelas.
Objek akan nampak jelas jika objek berada pada jangkauan penglihatan, dan objek tidak akan nampak dengan jelas jika objek ada diluar jangkauan penglihatan (terlalu dekat dengan mata atau terlalu jauh dari mata).
Cacat mata terjadi karena jangkauan penglihatan berubah. Hal ini diakibatkan oleh kemampuan daya akomodasi mata yang berubah. Daya akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk mengubah jarak fokusnya agar bayangan jatuh di retina mata. Berikut ini akan diuraikan berbagai jenis cacat mata yang di dasarkan pada kemampuan daya akomodasinya.


Cacat Mata


Setidaknya ada tiga jenis cacat mata yang diakibatkan oleh kemampuan daya akomodasinya yaitu: miopia, hipermetropia dan presbiopia. Berikut ini adalah gambar masing-masing cacat mata dan jangkauan penglihatannya.

  1. Mata normal (Emetropia) : memiliki titik jauh (PR) pada jarak jauh tak berhingga dan titik dekat (PP) = 25 cm, mata ini jangkauan penglihatannya paling lebar.
  2. Rabun jauh (Miopia) : memiliki titik jauh (PR) terbatas/kurang dari tak berhingga dan titik dekat (PP) = 25 cm.
  3. Rabun dekat (Hipermetropia) : memiliki titik jauh (PR) tak berhingga, tetapi titik dekat (PP) > 25 cm.
  4. Rabun jauh dan dekat (Presbiopia) : memiliki titik jauh (PR) kurang dari tak berhingga dan titik dekat (PP) > 25 cm, cacat mata ini merupakan gabungan dari hipermetropi dan miopi, sering disebut sebagai cacat mata tua.



Cacat Mata Miopi


Cacat mata miopi terjadi jika pada penglihatan tak berakomodasi bayangan jatuh di depan retina, hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menjadi sangat pipih (terlalu cembung). Agar dapat melihat jelas benda yang jauh maka perlu dibantu dengan lensa divergen (lensa cekung). Lensa divergen adalah lensa yang dapat menyebarkan berkas cahaya.

Berikut ini adalah bagan pembentukan bayangan pada cacat mata miopi sebelum dan sesudah memakai lensa.

Keterangan gambar:
Gambar sebelum memakai kaca mata. Cahaya yang berasal dari tempat jauh (diluar jangkauan penglihatan) oleh lensa mata dibiaskan di depan retina sedang cahaya dari tempat dekat (dalam jangkauan penglihatan) tepat dibiaskan di retina.
Gambar sesudah memakai kaca mata. Lensa negatif mengubah arah rambat cahaya sejajar menjadi menyebar sehingga seolah-olah cahaya berasal dari daerah jangkauan penglihatan.


Dalam perhitungan:
So = letak benda sebenarnya (~)
Si = - PR (batas maksimum jangkauan penglihatan) tanda (-) menggambarkan bayangan di depan lensa.
Dari persamaan :


diperoleh bahwa:f = - PR

Ukuran lensa yang digunakan adalah :

P = kekuatan lensa dalam satuan dioptri (D)
f = jarak fokus lensa kaca mata dalam satuan meter (m)

Cacat Mata Hipermetropi

Cacat mata hipermetropi terjadi jika penglihatan pada jarak baca normal mengakibatkan bayangan dari lensa mata jatuh di belakang retina, hal ini karena lensa mata tidak dapat menjadi sangat cembung (terlalu pipih). Agar dapat melihat jelas benda-benda pada jarak baca normal (Sn) maka cacat mata ini perlu dibantu dengan menggunakan lensa konvergen (lensa cembung). Lensa konvergen adalah lensa yang dapat mengumpul berkas cahaya.
Berikut ini adalah bagan pembentukan bayangan pada hipermetropi sebelum dan sesudah memakai lensa.


Keterangan gambar:
Gambar sebelum memakai kaca mata: Berkas cahaya dari jarak baca normal (cahaya kuning) akan dibiaskan oleh lensa mata di belakang retina, berkas cahaya baru akan dibiaskan tepat di retina jika benda lebih jauh dari jarak baca normal (yaitu titik dekatnya).
Gambar sesudah memakai kaca mata: lensa positif mengubah arah rambat cahaya yang berasal dari jarak baca normal seolah-olah berasal dari titik dekatnya (PP), kemudian lensa mata mengubah arah rambat cahaya ini menuju retina.

Dalam perhitungan:
So = Sn (jarak baca normal = 25 cm)
Si = - PP (titik dekat hipermetropi), tanda minus menunjukkan bahwa bayangan maya yang terletak
di titik dekatnya
 

Cacat Mata Presbiopi

 
Cacat mata presbiopi (mata tua atau rabun dekat dan rabun jauh diakibatkan karena melemahnya daya akomodasi) terjadi karena bayangan jatuh di belakang retina pada saat melihat dekat dan bayangan jatuh di depan retina pada saat melihat jauh, hal ini terjadi karena daya akomodasi lensa mata lemah. Agar dapat melihat jelas baik benda yang dekat maupun yang jauh maka perlu dibantu dengan menggunakan gabungan lensa cembung (konvergen) dan cekung (divergen). Cacat mata ini sering juga dikenal dengan nama cacat mata tua. Berapa ukuran lensa yang digunakan? Untuk menjawab pertanyaan ini maka titik jauh maupun titik dekatnya harus diketahui. Selanjutnya dengan menggunakan cara sebagaimana pada cacat miopi dan cacat hipermetropi, ukuran lensa dapat diketahui.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

OpenOffice Calc

Pengertian???
Calc adalah aplikasi spreadsheet atau pengolah angka yang merupakan bagian dari OpenOffice.org.org. Calc mirip dengan Microsoft Excel dari Microsoft sehingga pengguna yang sebelumnya telah menggunakan Excel untuk migrasi ke calc pada dasarnya tidaklah sulit. Selain itu juga OpenOffice.org calc mendukung format dari excel sehingga fasilitas ini sangat membantu bila anda nantinya putuskan untuk migirasi ke OpenOffice.org Calc
Menjalankan OpenOffice.org calc
OpenOffice.org.org calc dapat dijalankan dari start Menu Aplikasi – Perkantoran – Spreadsheet atau dari Menu File – New – Spreadsheet
Mengoperasikan Lembar Kerja Spreadsheet
Halaman lembar kerja dari spreadsheet disebut dengan sheet, OpenOffice menyediakan sekitar 65536 baris dan IV kolom. Secara default sheet pada spreadsheet ada 3 yaitu sheet1, sheet2 dan sheet3. Sheet ini dapat tambahan, dihapus maupun diedit. Perpaduan baris dan kolom ini disebut dengan cell yaitu tempat terjadi pengolahan data dari input yang dimasukkan baik berupa teks, angka, mata uang, jam, maupun field yang lainnya. OpenOffice.org Calc merupakan aplikasi spreadsheet (lembar kerja), yang dilengkapi dengan fungsi untuk menghitung, memproyeksikan, menganalisa, dan merepresentasikan data di dalam sebuah lembar kerja.

Format Data
Format data digunakan untuk membuat data yang akan diketikkan sesuai dengan format penggunanya misalnya menentukan ukuran font, effect font, format data numeric, posisi font, memberikan bingkai (border) sampai dengan protect terhadap data pada sel spreadsheet. Format data dapat dilakukan dengan mengaktifkan menu Format, Cells sehingga akan muncul beberapa tab yaitu:
  • Numbers
Mengatur format tampilan angka. Caranya adalah dengan memblok sel – klik menu Format – Cells – Number, tersedia beberapa bentuk format angka, yaitu:
a. Mengatur format tampilan tanggal dan waktu(date and time).
b. Mengatur format tampilan angka(number).
c. Mengatur format tampilan nilai mata uang (currency).
d. Mengatur format tampilan persen (percent).
e. Mengatur format tampilan dalam bentuk pecahan (fraction).
f. Mengatur format tampilan dalam bentuk perpangkatan (scientific).
g. Mengatur format tampilan dalam bentuk benar atau salah (boolean value).
h. Mengatur format tampilan dalam bentuk tulisan (text).
  • Font
Mengatur format penulisan bentuk, ukuran, jenis dari huruf atau angka pada text.
  • Font Effect
Mengatur efek dari text, bisa berupa garis bawah (underlining), bayangan text(relief), dll.
  • Alignment
Mengatur perataan text.
  • Borders
Mengatur jenis format pemberian garis batas, jenis tampilan garisnya di kotak pilihan Line-Style, yaitu garis tunggal tipis, garis ganda, garis putus-putus dan lain-lain, warna garis di tombol pilihan Color, Efek bayangan berikut pewarnaannya ada pada bagian Shadow Style
Position dan Shadow Style Color.
  • Background
Mengatur latar belakang tabel, untuk pemberian warna background.
  • Cell Protection
Menggunakan rumus dan fungsi :
Rumus dapat langsung diketik pada sel yang ingin dihitung. Sedangkan fungsi adalah rumus yang sudah terdefinisi untuk perhitungan secara otomatis. Calc telah menyediakan fungsi-fungsi yang telah dikelompokkan menurut jenis fungsinya.Semua fungsi ditulis dengan tanda awalan sama dengan (=). Secara umum penulisan fungsi Calc adalah =nama_fungsi(data ; result)
Beberapa contoh fungsi:
  • AVERAGE
Mencari nilai rata-rata data dalam range
Notasi = AVERAGE (range)
  • COUNT
Mencari jumlah data angka dalam range
Notasi = COUNT (range)
  • MAX
Mencari data tertinggi dalam range
Notasi = MAX (range)
  • MEDIAN
Mencari median / nilai tengah data dalam range
Notasi = MEDIAN (range)
  • MIN
Mencari nilai minimal dalam range
Notasi = MIN (range)
  • STDEV
Mencari modus standard deviasi dalam range sample data
Notasi = STDEV (range)
  • INT
Fungsi Pembulatan yang terdekat.
Notasi = INT (angka)
  • ROUND
Fungsi pembulatan desimal tertentu
Notasi = ROUND (angka; jumlah desimal)
  • SUM
Fungsi Penjumlahan.
Notasi =SUM (nilai1 ; nilai 2)
  • IF
Jika ekspresi logika bernilai benar maka akan dieksekusi perintah pertama, sebaliknya ekspresi bernilai salah maka akan di eksekusi perintah ke dua, dan seterusnya.
Notasi = IF (Ekspresi logika; perintah 1; perintah 2)
  • VLOOKUP dan HLOOKUP
Fungsi ini digunakan untuk mencari suatu nilai dari tabel yang direfrensikan (Range Tabel), berdasarkan suatu Nilai kunci tertentu. Bila terdapat kesesuaian antara Nilai kunci dengan nilai pada Range Tabel, maka fungsi tersebut akan mengambil nilai dari Range Tabel pada Kolom/Baris yang mempunyai indeks sama dengan Nomor Indeks Kolom/Baris. Rumusnya adalah sebagai berikut:
=VLOOKUP(Nilai kunci;Range Tabel;Nomor Indeks Kolom)
=HLOOKUP(Nilai kunci;Range Tabel:,Nomor Indeks Baris)
Membuat Grafik
Dokumen pada lembar kerja Calc dapat ditampilkan dalam bentuk grafik columns, pie, lines, XY
dan lain sebagainya. Langkah untuk menampilkan grafik:
a. Blok dokumen kemudian klik Insert, Chart, next
b. Pilih jenis chart
c. Tentukan label tabel, klik Create
Anda dapat mengedit grafik yaitu dengan klik kanan mouse kemudian tentukan parameter yang akan diedit

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Peradaban Romawi

Peradaban Romawi- Roma pada awalnya merupakan negara kota (polis) yang kecil. Kota Roma diapit oleh tujuh bukit, yaitu Platine (tempat dibangunnya bangunan-bangunan megah), Capitalone (pusat keramaian), Quirinalle, Aventine, Vinninal, Esqualine, dan Caeline. Kota Roma dibelah oleh Sungai Tiber.
Gambar 5.14 Peta RomawiGambar 5.14 Peta Romawi
Periodisasi sejarah Roma dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Peradaban Romawi Periode kerajaan (756-510 SM)
Polis Roma menurut legenda didirikan oleh Romus dan Romulus yang berasal dari ibu Raisilpa. Namun, diperkirakan polis Roma dibangun oleh orang-orang Yunani. Pada masa kerajaan, Roma dipimpin seorang raja yang didampingi oleh senante (wakil-wakil dari para suku di sekitar Roma). Pada masa itu struktur masyarakat Roma terdiri dari dua, yaitu Patricia (warga Roma asli) dan Plebeyer (para pendatang yang kebanyakan hidup miskin). Raja Roma haruslah berasal dari warga Roma asli. Seorang raja Roma bernama Tarvininus diturunkan oleh senat karena merupakan orang Etruskia.
2. Peradaban Romawi Periode republik (519-31 SM)
Pada masa republik, Roma dipegang oleh 2 orang konsul, yang dipilih oleh senat, tiap konsul itu memiliki tugas masing-masing. Konsul pertama bertugas dalam masalah hukum dan ekonomi, sedangkan konsul yang kedua memegang urusan pertahanan. Pada masa darurat, jumlah konsul hanya satu orang yaitu seorang diktaktum. Pada masa republik inilah Roma mulai melakukan ekspansi ke Ephirus dan Etruskia. Peperangan yang paling dahsyat ialah perang antara Roma dengan Khartago (Tunisia sekarang). Khartago adalah polis yang dimiliki oleh orang Funisia. Roma dan Khartago berperang untuk memperebutkan hegemoni di Laut Tengah. Perang itu dimulai ketika Pulau Sisilia yang merupakan pulau yang menjadi sumber bahan makanan orang Roma dikuasai oleh Funisia. Perang Funisia terjadi sebanyak 3 kali, yaitu:
  1. Perang Funisia I (246 SM-241 SM);
  2. Perang Funisia II (218 SM-201 SM);
  3. Perang Funisia III (149-146 SM).
Perang ini berakhir dengan dikuasainya pulau Sisilia, Pulau Sardinia, dan Corsica oleh orang Roma. Namun Semenajung Iberia berhasil dikuasai oleh orang Chartago, dan di sana mereka membangun kota Cartagena. Pada Perang Funisia II, Panglima Khartago, atau dikenal sebagai Hanibal hendak menyerang Roma lewat utara dan berhasil menguasai Saguntum yang merupakan pusat pertahanan Roma di utara. Dikuasainya Saguntum itu bersamaan dengan masih terjadinya perdebatan di kalangan Senat dalam menyikapi bagaimana cara menghadapi Hanibal. Pada waktu itu muncul istilahdelibrate senate perit saguntum (senat terus berdebat sementara Saguntum berhasil dikuasai).
Masyarakat Roma pada masa republik terdiri atas beberapa kelas Pertama, kaum optimar (kaum yang sangat kaya karena mempunyai wewenang untuk menarik pajak dengan batas yang mereka tentukan). Kaum yang kedua adalah kaum proletar yang merupakan kaum miskin. Meskipun demikian, dua golongan itu memiliki wakil di senat yaitu Sula (Optimar) dan Marius (Proletar).
Kekacauan pertama terjadi di Roma ketika Marius dibunuh oleh Sula. Kekacauan itu berhasil diatasi dengan munculnya triumvirat yang pertama yaitu Crassus (menguasai Eropa Timur), Pompeyus (Roma dan Yunani), dan Julius Caesar(Eropa Barat). Crassus terbunuh pada waktu perang dengan Persia. Di Roma timbul persaingan antara Pompeyus dengan Julius Caesar, yang pada akhirnya Caesar tampil sebagai penguasa tunggal. Kekacauan kedua timbul ketika Caesar dibunuh oleh anak angkatnya sendiri, yaitu Brutus dan Lavius. Kekacauan itu dapat diatasi dengan munculnya triumvirat yang kedua yaitu Crassus (Eropa Timur), Antonius (timur tengah dan Mesir), dan Octavianus (Italia). Crassus terbunuh, dan wilayahnya menjadi milik Octavianus. Terjadi peperangan antara Octavianus melawan Antonius dikarenakan Antonius membela Mesir untuk memerdekakan diri dari Romawi. Dalam pertempuran yang tidak seimbang, yang terjadi di Actium tahun 31 SM, Antonius gugur. Dengan demikian, seluruh wilayah Mesir dan Timur Tengah menjadi milik Octavianus, sehingga Roma berubah menjadi sistem kekaisaran (31 SM sampai 395 M).
Pengaruh Peradaban Yunani dan Romawi pada Masyarakat Indonesia
Sisa kebudayaan Romawi dan Yunani yang dewasa ini masih dipraktekkan oleh sebagian besar masyarakat indonesia antara lain sebagai berikut.
  1. Penggunaan istilah-istilah dalam astronomi dan astrologi seperti nama-nama planet yang diambil dari nama-nama dewa seperti Mercurius, Venus, Mars, Jupiter, Uranus, dan Saturnus. Selain itu, penggunaan kata-kata atlas, cancer, sirene, virgo, libra, helio, titan; istilah-istilah dalam dunia kedokteran seperti hygta, achiles, hymen, elektra, hipnos; istilah-istilah dalam bidang biologi seperti flora, fauna, cela, dan recipe; penggunaan lambang piala ular, min-plus, dan tapak kuda.
  2. Budaya tukar cincin, ulang tahun perkawinan (Emas dan Perak).
  3. Kebiasaan mengangkat dan membenturkan gelas pada upacara dan pestapesta.
  4. Menaburkan bunga ke makam, mengalungkan karangan bunga, serta menaburkan bunga ke laut kalau ada yang meninggal di laut.
  5. Perayaan tahun baru 1 Januari, yang pada masa Romawi merupakan hari penyembahan pada Dewa Janus.
  6. Pesta olahraga Olimpiade.
  7. Menggunakan hari Minggu untuk hari libur. Pada Romawi Purba, hari Minggu digunakan untuk memuja dewa matahari.
  8. Sistem kenegaraan yang menggunakan sistem Demokrasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERADABAN KUNO EROPA

PERADABAN KUNO EROPA 

1. Peradaban Pulau Kreta 



Pulau Kreta terletak di daerah perairan Laut Tengah bagian timur. Letaknya sanga strategis, sehingga menjadi pusat aktivitas di daerah perairan Laut Tengah bagian timur. 

Sumber-sumber berita tentang sejarah Kerajaan Kreta ini diperoleh antara lain dari : 
· Syair-syair pujangga Homerus terutama dalam kitab Illyas dan Odyassea 
· Cerita-cerita rakyat di Yunani yang lebih bersifat Mitologi 
· Hasil-hasil penggalian arkeologi yang menemukan sisa-sisa bangunan kota kuno seperti Ibu Kota Knossos.

Masyarakat Kreta telah mengenal kepandaian mengecor dan menempa besi, dan ini merupakan salah satu potensi kekuatan dari angkatan perang kerajaan Pulau Kreta yang telah menggunakan alat-alat senjata dari besi. Kebudayaan perundagian besi Pulau Kreta berkembang ke Yunani dan Romawi, yang selanjutnya merupakan unsur kekuatan dari negeri-negeri di Eropa 



2. Peradaban Yunani 



Yunani merupakan salah satu pusat peradaban tertua di Eropa. Tingginya tingkat peradaban Yunani itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu keadaan alamnya, penduduknya dan lain sebagainya. 



a. Keadaan alam 
Daerah Yunani terletak di ujung tenggara benua Eropa. Sebagian kepulauan di Laut Aegea dan Laut Iyonia masuk diwilayah Yunani. 



b. Penduduk 
Bangsa Yunani merupakan percampuran darah antara para pendatang dari padang rumput sekitar Laut Kaspia dan penduduk asli yang mengusahakan pertanian. 
Pada tahun 1878 M, ditemukan hasil-hasil penggalian purbakala, antara lain : 
· Bekas bangunan kota kuno Troya yang banyak disebut oleh penjaga Homenus dalam    bukunya Illyas 
· Makam Raja Argamemnon, seorang raja yang disebut-sebut pula dalam cerita Illyas, dan 
· Harta benda Priamus, Raja Troya, yang terbuat dari emas dan permata 



c. Seni Bangunan / Seni Pahat 
Pada masa kejayaan Yunani (476-338 SM) banyak dibangun kuil dengan gaya Doria , antara lain : 
· Acropolis , Arcopolis berarti kota tinggi, sebab letaknya di daerah perbukitan. 
· Kuil Dewa Zeus di bukit Olympus. Bangunannya disebut Altis, yakni sebagai tempat pemujaan Dewa Zeus. 
d. Ilmu pengetahuan dan teknologi 
Bangsa Yunani telah memiliki berbagai macam pengetahuan dan teknologi yang tinggi, 


yakni : 
· Menciptakan perahu layar yang ramping sebagai sarana untuk mengarungi Laut Tengah dan menghubungkan daratan Yunani dengan daerah-daerah pantai timur Pulau Sicilia 



e. Pemerintahan dan Hukum 
Yunani dikelilingi gunung-gunung, lembah-lembah, dan teluk-teluk. Keadaan alam ini mempersulit hubungan satu kelompok dengan kelompok lain. Pemukiman-pemukiman yang terpisah itu lambat laun dan berkembang menjadi negara kota yang merdeka dan berdiri sendiri.  Polis Sparta. Menjelang akhir abat ke-7 SM, salah satu polis di Peloponessos dikuasai oleh Sparta. 

Corak kehidupan Sparta digariskan oleh Lycurgus. Sekitar tahun 625 SM, negarawan tersebut mengadakan berbagai pembaruan terhadap peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang mengatur semua prilaku warga Sparta. Pada saat itu Sparta benar-benar menjadi suatu negara militer. Untuk mendukung pembentukan kekuatan militer, sejak lahir seorang anak laki-laki di Sparta sudah diatur dan diawasi oleh negara. Mereka sudah dibiasakan dengan cara hidup yang keras. Para pemuda harus mengikuti kegiatan olahraga dan keprajuritan sejak usia muda. Juga setiap warga Sparta dikenakan wajib militer sampai usia 60 tahun. 

Athena. Tata pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (549 SM). Negarawan ini melakukan beberapa pembaruan antara lain menghapus perbudakan dan memulihkan hak rakyat sipil. Jika di Sparta para warga mempunyai kewajiban untuk melayani negara sepenuhnya, maka di Athena hak warga negara dijamin oleh negara. 
Runtuhnya Yunani dan Munculnya Macedonia. Kekacauan dan kelemahan Yunani ini digunakan sebaik-baiknya oleh Philipus, seorang raja dari kerajaan Macedonia yang terletak disebelah utara daerah Yunani . 

Pada tahun 338 SM tentara Yunani yang sudah lemah dengan mudah dapat ditaklukkan oleh pasukan Macedonia. Kerajaan Macedonia dibawah pimpinan Raja Philipus menguasai Yunani. 
Kerajaan-kerajaan itu disebut dengan Diadochos atau kerajaan penggati. Kerajaan-kerajaan tersebut antara lain sebagai berikut : 
· Kerajaan Macedonia tetap memerintah wilayah Yunani hingga daerah Balkan dan Asia kecil

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)- Pada materi ini kita akan membahas tentang ciri-ciri Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji), klasifikasi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji) , Monokotil dan Dikotil.

Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
Seperti halnya tumbuhan paku, tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan berkormus karena sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati.

1. Ciri-ciri Spermatophyta
Spermatophyta berasal dari kata spermae yang berarti biji dan phyton yang berarti tumbuhan. Tumbuhan ini memiliki ciri utama, yaitu ditemukannya suatu organ, yaitu biji yang berasal dari bakal biji. Pada tumbuhan berbiji, juga sudah dilengkapi dengan berkas pembuluh angkut, yaitu xylem dan floem.

2. Klasifikasi Spermathophyta
Spermathophyta dapat dibagi menjadi 2 kelas, yaitu:

a. Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)
Tumbuhan Gymnospermae disebut juga tumbuhan berbiji telanjang, karena bakal bijinya tidak dibungkus oleh daun buah. Terdapat kambium sehingga dapat tumbuh membesar. Daun kebanyakan kaku dan sempit, ada yang berbentuk jarum, misalnya pada pinus, ada yang seperti pita bertulang daun sejajar, misalnya pakis haji, dan ada pula agak lebar bertulang daun menyirip, misalnya melinjo. Bunga umumnya tidak memiliki mahkota atau bila memiliki mahkota tidak berwarna mencolok dan bentuknya seperti sisik. Klasifikasi tumbuhan Gymnospermae dibagi menjadi:

1) Coniferales
Coniferales berarti kerucut, ditandai dengan adanya strobilus yang berbentuk kerucut. Bakal buah berada pada strobilus betina yang memiliki ukuran lebih besar daripada strobilus jantan yang mengandung serbuk
sari. Selain itu, secara morfologi memiliki bentuk bangun tubuh seperti kerucut. Contohnya adalah Pinus merkusii (pinus), Araucaria, Cupresus.

2) Ginkgoales
Sama halnya dengan ordo Cycadales, anggota Ginkgoales juga tumbuhan yang berumah dua. Strobilus jantan dan strobilus betina dihasilkan pada individu yang berlainan. Contohnya adalah Ginkgo biloba.

3) Cycadales
Batang dari tanaman yang termasuk anggota ordo ini tidak bercabang, memiliki daun majemuk seperti daun kelapa yang tersusun sebagai tajuk pada batang yang memanjang. Morfologi tumbuhan ini sangat mirip dengan tumbuhan palempaleman. Contoh yang masih ada sampai sekarang adalah tanaman pakis haji (Cycas rumphi). Anggota dari ordo Cycadales adalah berumah dua, di mana strobilus jantan dan strobilus betina dihasilkan pada individu yang berlainan.

4) Gnetales
Sampai sekarang contoh spesies dari kelas ini yang sering kita jumpai adalah tumbuhan melinjo (Gnetum gnemon). Sama halnya dengan yang lainnya, melinjo dalam perkembangbiakannya juga ditemukan adanya bunga jantan dan bunga betina.

b. Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)
Disebut sebagai tumbuhan berbiji tertutup dikarenakan bakal biji yang dimiliki tumbuhan ini dilindungi oleh daun buah. Pada tumbuhan ini juga telah memiliki bunga yang sesungguhnya, memiliki bentuk dan susunan urat daun yang beranekaragam. Ada daun yang pipih, sempit, ataupun lebar, dan susunan urat daunnya ada yang menyirip, menjari, melengkung, ataupun sejajar seperti pita. Alat perkembangbiakan secara generatif berupa bunga. Macam-macam bunga:

1) Bunga lengkap
Merupakan bunga yang memiliki semua bagian bunga tanpa terkecuali, yaitu tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik. Contohnya adalah bunga mawar, melati (Jasminum sambac), dan bunga sepatu.

2) Bunga tidak lengkap
Merupakan bunga yang tidak memiliki salah satu bagian bunga. Contohnya adalah bunga tanaman rumput-rumputan yang tidak memiliki mahkota bunga.

3) Bunga sempurna
Merupakan bunga yang memiliki benang sari dan putik sekaligus, selain itu juga memiliki bagian-bagian bunga yang lain. Contohnya adalah bunga sepatu.

4) Bunga tidak sempurna
Merupakan bunga yang hanya memiliki benang sari atau hanya memiliki putik saja, selain itu juga memiliki bagian-bagian bunga yang lain. Contohnya adalah bunga salak, bunga kelapa, jagung, dan melinjo. Bunga yang hanya memiliki benang sari biasa disebut juga sebagai bunga jantan dan bunga yang hanya memiliki putik saja biasa disebut sebagai bunga betina.


Klasifikasi Angiospermae
berdasarkan jumlah keping biji yang ada, dibedakan menjadi dua kelas, yaitu:

1) Monokotil
Berasal dari kata mono yang berarti satu atau tunggal dan kotiledonae yang artinya keping biji. Jadi, tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang hanya memiliki satu keping atau daun biji. Tumbuhan ini memiliki perakaran serabut dan secara umum tumbuhan ini tidak bercabang. Daun yang dimiliki memiliki tulang daun sejajar ataupun melengkung. Bagianbagian bunga yang dimiliki berjumlah kelipatan tiga. Secara anatomi, baik pada bagian batang ataupun akar tidak akan dijumpai kambium, sehingga pada tumbuhan monokotil hanya mengalami pertumbuhan memanjang saja, tumbuhan monokotil memiliki berkas pembuluh angkut yang tersebar dan tidak teratur. Berikut ini adalah famili-famili dari tumbuhan monokotil:
a) Liliaceae, contohnya kembang sungsang.
b) Poaceae atau Graminae, contohnya padi, alang-alang, dan jagung.
c) Zingiberaceae, contohnya jahe, lengkuas, dan kencur.
d) Musaceae, contohnya pisang.
e) Orchidaceae, contohnya anggrek.
f) Arecaceae, contohnya kelapa, palem.

2) Dikotil
Pada biji dikotil akan didapatkan dua keping atau daun biji. Itulah ciri pokok dari tumbuhan dikotil. Selain itu, secara umum pada batang tumbuhan dikotil didapatkan cabang, serta memiliki sistem perakaran tunggang. Tumbuhan dikotil memiliki sistem tulang daun menyirip atau menjari. Baik di dalam akar ataupun batang akan dijumpai adanya kambium yang memiliki fungsi untuk pertumbuhan. Selain tumbuh memanjang, tumbuhan dikotil juga mengalami pertumbuhan membesar atau melebar, dikarenakan aktivitas kambium. Berkas pembuluh angkut xylem dan floem tersusun teratur dalam satu lingkaran. Berikut ini adalah famili-famili tumbuhan dikotil:
a) Euphorbiaceae, contohnya karet.
b) Moraceae, contohnya beringin.
c) Papilionaceae, contohnya kacang tanah.
d) Labiatae, contohnya kentang.
e) Convolvulaceae, contohnya kangkung.
f) Apocynaceae, contohnya kamboja.
g) Rubiaceae, contohnya kopi.
h) Verbenaceae, contohnya jati.
i) Myrtaceae, contohnya cengkeh.
j) Rutaceae, contohnya jeruk.
k) Bombacaceae, contohnya durian.
l) Malvaceae, contohnya waru.
m) Mimosaceae, contohnya putri malu.
n) Caesalpiniaceae, contohnya asam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pterydophyta (Tumbuhan Paku)

Pterydophyta (Tumbuhan Paku) Kita pasti tahu tentang Tumbuhan Paku, namun kita pasti bertanya apa ciri-ciri Pterydophyta (Tumbuhan Paku), klasifikasi Pterydophyta (Tumbuhan Paku), bagaimana pergiliran keturunan Pterydophyta (Tumbuhan Paku) dan manfaat dari Pterydophyta (Tumbuhan Paku) bagi manusia.


Pterydophyta (Tumbuhan Paku)
Sama dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang sebagian besar hidup di tempat-tempat yang lembap.

1. Ciri-ciri Pterydophyta
Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora.
b. Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
c. Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan serta ada yang hidupnya menempel.
d. Pada waktu masih muda, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik.
e. Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
f. Dalam siklus hidup (metagenesis) terdapat fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri.
g. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya.
h. Memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof.

Macam-macam daun pada tumbuhan paku adalah:
a. Berdasarkan ukurannya
1) Mikrofil
Berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan folium yang berarti daun, jadi daun ini memiliki ukuran yang kecil dan jaringan-jaringan di dalamnya belum terdiferensiasi secara jelas.
2) Makrofil
Berasal dari kata makro yang artinya besar dan folium yang berarti daun, jadi daun ini memiliki ukuran yang besar dan sudah terdiferensiasi. Di sini sudah bisa didapatkan jaringan epidermis serta daging daun yang terdiri atas jaringan spons dan jaringan bunga karang.

b. Berdasarkan fungsinya
1) Tropofil
Merupakan daun yang hanya berguna untuk fotosintesis. Pada daun ini, tidak dihasilkan spora yang merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan paku.
2) Sporofil
Merupakan jenis daun pada tumbuhan paku yang selain dapat digunakan untuk fotosintesis juga dapat menghasilkan spora. Spora tumbuhan paku terletak dalam sorus yang merupakan kumpulan dari kotak spora (sporangium). Berdasarkan jenis-jenis spora yang dihasilkan, dikenal tumbuhan paku homospora, paku peralihan, dan paku heterospora.
a) Paku homospora
Merupakan jenis paku yang hanya menghasilkan spora jantan atau spora betina saja. Contohnya adalah Lycopodium atau paku kawat.
b) Paku peralihan
Merupakan jenis paku yang dapat menghasilkan dua macam spora, yaitu spora jantan dan spora betina. Namun, spora-spora yang dihasilkan tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Contohnya adalah Equisetum debile.
c) Paku Heterospora
Merupakan jenis paku yang dapat menghasilkan spora dengan jenis dan ukuran yang berbeda, yaitu spora jantan dan spora betina. Spora jantan memiliki ukuran yang lebih kecil, atau biasa disebut sebagai mikrospora dan spora betina memiliki ukuran yang lebih besar, atau biasa disebut sebagai makrospora. Contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi) dan Selaginella widenowii.

2. Klasifikasi Pterydophyta
Tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:
a. Psilophytinae
Contohnya adalah Psilotum nodum. Anggota kelas ini banyak yang telah punah.
b. Equisetinae
Contohnya adalah Equisetum debile atau paku ekor kuda.
c. Lycopodinae
Contohnya adalah Lycopodium atau paku kawat dan Marsilea crenata (semanggi).
d. Filicinae
Contohnya adalah paku pakis.
3. Metagenesis atau Pergiliran Keturunan Paku
Pada metagenesis tumbuhan paku, baik pada paku homospora, paku heterospora, ataupun paku peralihan, pada prinsipnya sama. Ketika ada spora yang jatuh di tempat yang cocok, spora tadi akan berkembang menjadi protalium yang merupakan generasi penghasil gamet atau biasa disebut sebagai generasi gametofit, yang akan segera membentuk anteredium yang akan menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang akan menghasilkan ovum. Ketika spermatozoid dan ovum bertemu, akan terbentuk zigot yang diploid yang akan segera berkembang menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi sporofit karena mampu membentuk sporangium yang akan menghasilkan spora untuk perkembangbiakan. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya. Apabila kita amati daun tumbuhan paku penghasil spora (sporofil), di sana akan kita jumpai organ-organ khusus pembentuk spora. Spora dihasilkan dan dibentuk dalam suatu wadah yang disebut sebagai sporangium. Biasanya sporangium pada tumbuhan paku terkumpul pada permukaan bawah daun.

4. Manfaat Tumbuhan Paku
Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku juga berperan dalam kehidupan, antara lain:
a. Sebagai tanaman hias, misalnya Adiantum cuneatum (suplir), Asplenium nidus (paku sarang burung) dan Platycerium biforme (paku simbar menjangan).
b. Sebagai tanaman obat, misalnya rimpang dari Aspidium filixmas (Dryopteris) yang mampu mengobati cacingan.
c. Sebagai bingkai dalam karangan bunga.
d. Sebagai pupuk hijau.
e. Sebagai sayuran, contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS